Chat with us, powered by LiveChat

URUGUAY 8 BESAR PIALA DUNIA

Agen Sbobet – || BBM : Bigbet99 | WA : +6282311818925 || – Cristiano Ronaldo menuntun Edison Cavani keluar dari permainan ini, membantu pria asal Uruguay itu ke garis pinggir, namun tidak sebelum Cavani mencetak gol yang menuntun Portugal keluar dari Piala Dunia.

Cavani pergi dengan sisa waktu 20 menit, dengan perlahan berjalan menuju pinggir lapangan, dengan sedikit terpincang, sebuah pandangan kalah terlihat diwajahnya setelah dia merasakan rasa sakit di betisnya yang mebuat dia tidak bisa melanjutkan pertandingan. Dua tendangan yang luar biasa membawa Uruguay menuju ke perempat final namun, ketika sang striker mengatakan dia berharap bahwa hal itu bukanlah apa-apa, dia meninggalkan stadium itu terpincang dan disana terdapat sebuah keraguan sekarang apakah dia akan bersama dengan mereka ketika mereka menghadapi Perancis di Nizhny Novgorod pada hari Jum’at.

Dua puluh menit setelah Cavani pergi, itu adalah Ronaldo yang terlihat dengan wajah kalah: Piala Dunia miliknya sudah berakhir dan dia tidak akan dipanggil setelah pertandingan itu walau dia akan lanjut dengan Portugal ataupun tidak, walau sang manajer Fernando Santos menunjukkan bahwa dia berharap dia akan melanjutkan. “Di sana akan ada turnamen pada bulan September, turnamen Uefa League of Nations, dan kami berharap bahwa dia akan bersama dengan kami jadi dia bisa membantu para pemain muda yang akan membutuhkan sebuah contoh dari kapten mereka,” ujar Santos.

Ketika detik-detik terakhir berlalu Portugal memberikan segala yang mereka bisa pada saat ini, sang penjaga gawang, Rui Patricio pergi ke depan dan hampir menuju ke gawang musuh, bangku pihak Portugal berloncatan dengan tiap tekling dan tubrukan, memanggil pada VAR untuk menyelematkan mereka. Namun pada akhirnya itu tidak berhasil. Cavani telah pergi namun dia membawa kegembiraan pada Uruguay yang pantang menyerah dan sering kali mengesankan, dibangun pada solidaritas dan kemampuan, yang dimana sang manajer Oscar Tabarez setelah itu membicarakan tentang “komitmen total” mereka. Perancis tidak akan menyambut untuk bermain dengan mereka bahkan walau jika Cavani tidak hadir – tanpa dirinya Luis Suarez akan menempati seluruh pertahanan sendirian.

Itu adalah malam seperti itu dan itu telah berakhir dengan suporter berbaju biru dan putih saling bernyanyi. Itu telah dimulai dengan gol yang sungguh menakjubkan: brutal dalam keindahaanya, indah untuk kebrutalannya – sebuah umpan satu dua pada jarak 100 yard membawa mereka dari tengah ke depan gawang, bola dua kali dihantam tinggi dan keras dan dengan ketepatan luar biasa secara diagonal dari satu sisi lapangan ke sisi yang lain dan kembali lagi sebelum bola itu terbang menuju jaring gawang.

Rodrigo Betancur berbelok dengan rapi, membuat sang bola menggelinding, permainan meluas ke sisi kanan untuk Cavani. Rekan penyerangnya Suarez sudah hampir pada seluruh panjang lapangan jauhnya, namun ketika mereka berjauhan mereka kembali bersama sekali lagi – kisah dari kehidupan persepak bolaan mereka. Lahir dengan selisih satu bulan di Salto, dengan populasi sejumlah 104 ribu orang, Suarez pergi ke Montevideo pada usia tujuh tahun dan mereka tidak mengenal satu sama lain hingga mereka bertemu pada usia 19 tahun namun sejak itu mereka telah bermain bersama hampir setiap waktunya, 207 panggilan oleh Uruguay diantara mereka berdua. Disini mereka melakukannya dengan pengaruh yang menggelegar dan dramatis.

Cavani menendang umpan jauh diagonal menuju ke sisi kiri untuk Suarez yang bisa terdengar hingga ke bangku penonton. Suarez mengontrol bola, berlari ke arah Ricardo, memotong kedalam dan mengirim bola kembali. Dari ujung atas kanan kotak dia membelokkan sebuah tendangan bola cepat, lambungan jauh ke arah ujung tiang dimana Cavani sedang berlari menuju ke sana. Itu mungkin telah mengenai Cavani di pundak atau di wajahnya namun hasilnya adalah sempurna, bola itu meroket kedalam.

Itu adalah permulaan yang siper, walau dalam fakta dua usaha pertama ke arah gawang telah dilakukan oleh Portugal, sundulan Bernardo Silva dan Ronaldo menembak dengan tajam di dalam sebuah permainan yang baru dimulai seperti yang sudah diprediksi, Cavani tidak beruntung untuk diberi sanksi ketika dia menjadi Pepe dan kemudian Diego Godin mendorong ke arah pemain bertahan Protugal ketika mereka sedang menunggu tendangan sudut, walau dengan bola yang masih belum masuk permainan yang satu itu bebas. Yang lainnya mungkin juga, sang wasit terlihat ragu-ragu untuk mengeluarkan kartu.

Kemudian, Jise Fonte menyundul dan tendangan Ronaldo berhasil ditepis, namun Uruguay terlihat cukup nyaman dengan kondisi itu. Disana terdapat umpan crossing kedalam, namun hampir terlihat seperti mereka akan keluar kembali. Dan jika Godin dan Gimenez tidak berhasil mendapat mereka, Fernando Muslera yang akan mendapatkannya, maju dari garis posisinya. Disana terbuat sebuah ketajaman juga ketika mereka maju, Betancur menawarkan sebuah kejelasan, Martin Cecares sedang menambahi diatasnya. Suarez terlihat tajam. Dan tepat sebelum paruh waktu, Cavani menjatuhkan kaki liar Godin didalam area, namun melesatkan tendangannya melewati di dekat tiang.

Pertandingan tidak lama kemudian dimulai kembali. Bola Bernardo Silva ditendang kembali ke Adrien Silva. Tendangan yang dilakukannya ditepis namun keluar ke sudut, diambil dengan segera dan pada akhirnya dikirimkan oleh Raphael Guerreiro, Pepe melompat dibelakang Ronaldo dan Goldin untuk menyundul gol penyama kedudukan.

Setelah kebobolan gol pertama mereka di tahun 2018. Uruguay sekarang berada di dalam tekanan, tidak bisa keluar setelah sebuah bola jauh melepaskan mereka dan menempatkan mereka didepan untuk sekali lagi. Dipantulkan kedepan oleh Musiera, itu jatuh dekat dengan area Portugal dan Betancur menggelindingkan itu ke Cavani yang membelokkan sebuah tendangan luar biasa pertama kalinya ke arah sudut. Dia pergi tidak lama setelah itu, meninggalkan Uruguay dengan keunggulan dan sisa 20 menit untuk melindunginya.

Itu tidak akan menjadi hal yang mudah. Bernardo Solva menawarkan sedikit lebih jelas tentang apa yang sebelumnya adalah sebuah serangan frontal, walau dia memang berhasil mendapatkan kesempatan terbaik ketika bola terlepas dari Musiera yang kelabakan. Larinya ke satu sisi menuju ke sudut dan kemudian, pada sisi yang lainnya, Matias Vecino berdiri kokoh ketika Ronaldo menggiring ke dalam area. Disana tampak rasa letih dan emosi. Ketika Carlos Sanchez menyerahkan penguasaan bola, crossing melengkung Ricardo Quaresma dengan sisi luar kakinya hanya sedikit meleset dari loncatan Ronaldo.

Ketika momentum mulai terbangun, Suarez menjadi sebuah pulau yang bertempur dengan Pepe namun seringkali mengalahkan dirinya. Dan peluang Portugis berjumlah sedikit: dua tendangan jauh dan tidak ofensif dari Manuel Fernandes dan perjuangan dari Ronaldo yang ditepis jauh keluar sebelum Diego Laxalt terjun untuk membuangnya jauh. Kemudian, sebuah bola jauh lagi-lagi menemui Suarez, sendirian melawan seluruh dunia, yang berhasil lepas dari tiga pemain belakang dan mengumpankannya pada Cristian Rodriguez. Kontrol bola lepas dari dirinya, menyisakan beberapa menit penuh emosi, namun dua gol hebat milik Cavani akan terbukti sudah cukup.

Tags: