THIERRY HENRY  DI DALAM BAYANG BAYANG BELGIUM

AGEN SBOBET – || BBM : Bigbet99 | WA : +6282311818925 || – Ketika Belgium memulai persiapan Piala Dunia mereka disana terdapat seorang pelatih yang terlihat seperti jika dia sedang bersaing untuk sebuah tempat di 11 pemain pemulai. Di catatan lari sprint dia berada di atas sana bersama dengan mereka yang terbaik. Pada saat latihan pemanasan dia jarang sekali kehilangan bola. Anda bisa melihat dia telah menjaga kesehatan dan diet dirinya sendiri.

Nama dia? Tentu saja, Thierry Henry. Peningkatan sedetail itu dari satatus pemain depan Arsenal sebagai seorang idola di dalam persiapan Belgium untuk membantu membuat dia menjadi sebuah penghubung sempurna antara para pemain dan para staff.

Namun tiba-tiba di sana terdapat sebuah penghubung lain yang juga patut dipertimbangkan. Pada minggu ini Henry telah dipercayakan pada sebuah posisi untuk membantu para pemain tersebut untuk mengalahkan negara kelahirannya, yang dimana dia telah memenangkan 123 panggilan, tidak menghitung sebuah Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa.

Keberadaan Henry di bangku Belgium untuk pertandingan semi final mereka melawan Perancis pada hari Selasa telah menyulut komentar yang tidak sedikit dari Les Bleus. “Itu aneh sekali,” Didier Deschamps, sang pelatih, katakan kepada Telefoot. Olivier Giroud lebih dari sekedar terus terang. “Saya akan menjadi bangga untuk menunjukan Titi bahwa dia memilih camp yang salah,” ujar dia. Sang striker itu percaya itu akan menjadi “pertandingan yang khusus” bagi Henry.

Bagaimana Henry mengambarkan hal itu membuatnya menjadi masih sebuah misteri, Permintaan wawancara dan permohonan untuk memberikan dirinya melakukan sebuah konferensi press semuanya telah ditolak. Dia lebih untuk memilih hal perbincangan itu kepada orang lain. Pria berusia 40 tahun itu tidak ingin bayangan besar miliknya menutupi cahaya dari mereka yang memiliki pengaruh lebih besar di dalam performa.

Tidak ada di dalam camp Belgium yang membawa reputasi besar sebesar mantan pemain penyerang Arsenal itu. Dia adalah anggota staff yang paling banyak memiliki penghargaan, dengan sebuah Liga Champions dan lima gelar liga untuk ditambahkan di dalam penghargaan itu bersama dengan Perancis. Dia adalah – dan masih – dipuja oleh jutaan fans. Dia melambangkan sebuah gambaran dari pesona, keberanian, kecerdasan dan bakat.

Bahkan di Russia, 20 tahun setelah dia memenangkan Piala Dunia, Anda bisa merasakan aura yang dimilikinya. Jurnalis yang meliput Belguim mulai merasa jengkel karena itu. Pada setiap konferensi pers datanglah pertanyaan yang sama. Seorang warga Belgium, Belanda, Perancis, Spanyol atau Inggris memohon untuk mendapatkan mikrofon dan bertanya kepada sang pemain itu soal… asisten manajer kedua Belgium: “Bagaimana rasanya bisa berada di lapangan bersama dengan dirinya?” “Apa yang dia tambahkan kedalam permainan Anda?” “Apakah pengalaman ini membantu Anda untuk berlomba hingga ke final?”

Minggu lalu di sana terdapat banyak keluhan diantara para suporter namun sekarang itu bahkan menjadi lebih buruk. Permainan Thierry Henry sedang berjalan. Di dalam pembangunan pada pertandingan Perancis Belgium sang asisten Belgium akan mendapatkan sorotan yang paling banyak pada dirinya: musuh sementara untuk Perancis. Reputasi yang dimilikinya, secara nasional dan masa lalunya sebagai sebuah bayangan yang menutupi dirinya, pada saat momen dimana dia sedang menikmati perannya di bawah bayang-bayang.

Henry bergabung dengan skuad Belgium pada tahun 2016, beberapa minggu kemudian setelah Roberto Martinez ditunjuk sebagai manajernya, dan sejak itu telah memberikan satu kali wawancara: kepada penyiar publik Belgium, yang dimana dia tekankan bahwa dia ingin tetap berada jauh dari lampu sorotan. “Saya bukan manajer nasional, Saya bukan juga asisten manajer,” ujar dia. “Saya adalah T3, sang pelatih ketiga. dari awal Saya sudah mengatakan bahwa semua orang harus tetap tenang. Ini bukan acara milik Thierry Henry; Saya berada di sini untuk membantu sang manajer dan skuad. Sang manajerlah yang akan melakukan perbincangan itu, Saya akan mencoba untuk membuat tim menjadi lebih baik. Sebagai seorang pelatih Anda tidak harus menyebutkan apa yang Anda telah lakukan sebagai pemain pada masa lalu. Dan sebagai pelatih Saya belum membuktikan apapun.”

Itu adalah sesuatu yang telah dibuat jelas olehnya kepada Federasi Sepak Bola Belgium (KBVB) juga, ketika sebuah persetujuan telah ditetapkan pada bulan Agustus tahun 2016 di Monaco. Dalam mendukung Martinez dan asisten pertamanya, sang pria Inggris Graeme Jones, pihak pemerintah menginginkan pelatih yang sudah memiliki banyak pengalaman sebagai seorang pemain, telah memenangkan banyak trofi dan bisa mentransfer pengetahuannya dan memenangkan mental dari para pemain pada generasi ini.

Itu masih pada awal dalam proses untuk mencari seorang penerus untuk Marc Wilmots yang Ralf Rangnick, sekarang sebagai direktur sepak bola pada RB Leipzig namun kemudian menjadi salah satu dari tiga orang kandidat utama, sebutkan bahwa Henry sudah tertarik dengan bergabung bersama Belgium.

Ragnick mengatakan bahwa, jika dia mendapatkan pekerjaan itu, Henry harus bergabung dengannya sebagai asisten. Ragnick ternyata tidak ditunjuk namun Martinez menyambut dengan tangan terbuka saran soal memasukkan Henry kedalam anggota staffnya. Direktur KBVB tidak pernah menyembunyikan bahwa Henry mendapatkan pengalaman kerja untuk lencana melatihnya. Dia diperbolehkan untuk tetap memiliki pekerjaannya dengan bayaran lumayan sebagai seorang pakar ahli dengan Sky dan permintaannya itu cukup sederhana – dia mendapat sekitar 2.500 euro (2.200 pound) dalam seminggu dan nampaknya dia menyumbangkan gajinya itu pada amal. Tidak seperti Martinez, yang menandatangani kontrak selama dua tahun sebelum Piala Dunia, Henry tidak menerima tawaran untuk melanjutkan. FA Belgium berharap dia akan memperpanjang kontrak juga.

Ketika Henry diperkenalkan kepada para pemain di hotel mereka di Zaventem pada bulan September 2016, beberapa terlihat kagum untuk bisa bertemu dengan dirinya. Dia adalah salah satu dari idola masa kecil mereka. Beberapa, seperti misalnya Christian Benteke dan Michy Batshuayi, memiliki poster dirinya tertempel di tembok. Sebuah sumber dari KBVB mengatakan: “Anda seharusnya melihat wajah mereka. Reaksi yang tiada duanya.” Batshuayi, master dari media sosial, dengan segera memposting foto dirinya bersama dengan Henry: “Belajar dari yang terbaik.”

Henry juga berperan sebagai seorang guru. Dia dengan rutin memanggil para pemain penyerang kepinggir lapangan untuk berbicara soal gerakan dan posisi mereka. Pada salah satu dari pertemuan pertama mereka dia menyakan kepada Eden Hazard, Romelu Lukaku dan kawan-kawan untuk menunjukkan sebuah klip dan akan menunjukkan observasi dari dirinya, Henry, adalah seorang perfeksionis, tidak ingin memotong kata-katanya. Dia bisa menjadi sangat keras dan terus terang dengan para pemain. Trik kecil miliknya membantu mereka. Anggota skuad yang lebih muda, pada khususnya, mendengarkan semua yang dia katakan.

Lukaku adalah salah satu dari yang pertama untuk mengetuk pintunya. Di sana terdapat persamaan karakter dan sebuah hubungan yang sangat natural. “Saya sudah mengatakan kepada Thierry Henry bahwa Saya sudah menemukan tehnik darinya untuk mencetak gol,” itu yang dikatakan Lukaku. “Saya belum sampai di sana, namun dengan perlahan menuju ke sana.”

Bahkan di England mereka terkadang saling bertemu. “Kami mendiskusikan apa yang harus Saya lakukan dengan lebih baik. Saya juga berbicara dengan dirinya terkadang soal permainan lama. Satu dengan Arsenal pada musim 2005-2006, untuk misalnya. Saya bisa memberitahu pada Anda semua tentang itu, dan kemudian dia membicarakan tentang detail dari salah satu pertandingan Saya, dan bersama kami mencari cara yang dimana Saya akan melakukannya dengan lebih baik. Saya selalu belajar darinya setiap hari. Cara bagaimana untuk bergerak, bagaimana untuk mencari ruang, bagaimana mengontrol bola sebaik mungkin. Dia bisa melakukan semua itu. Saya telah belajar sangat banyak dari diri beliau.”

Sebagai seorang pelatih, Henry pada pertamanya adalah seorang pengawas. Dia mengatasi urusan menyerang di tendangan bebas namun pada saat sesi grup terbuka dia akan menetap di latar belakang. Yang lain mengurusi pembicaraannya. Sebelum setiap sesi dia menempatkan beberapa kerucut dan pada akhirnya dia juga yang akan memberesinya. Biasanya, ketika menunggu para pemain untuk meninggalkan lapangan, dia melakukan beberapa trik dengan bola. “Saya pikir itu sebagian besar adalah sekolah bagi dirinya – ini adalah tahun pertamanya sebagai seorang pelatih,” Dries Mertens mengatakan seperti itu.

Diantara para pemain, Henry masih suka untuk bertingkah seperti salah satu anak-anak itu. Dia telah terlihat bermain bola basket dengan Hazard dan Benteke; dia melihat pertandingan dengan Vincent Kompany, yang kemudian mengangkat dirinya ke udara setelah pertandingan Brazil; dia suka bercanda. “Dia adalah idola bagi semua orang di dalam grup ini,” ujar Youri Tielemans. “Seseorang yang sering kali tertawa dan masih memiliki mental anak muda.”

Namun apakah dia akan tertawa jika dia membantu Belgium untuk membantai Perancis?

Tags: