Chat with us, powered by LiveChat

TAWA DAN TANGISAN NEYMAR

SinarSbobet – || BBM : Bigbet99 | WA : +6282311818925 || – Brazil masuk ke dalam sisi bisnis dari turnamen tersebut dan dengan itu juga datanglah tekanan tambahan. Tim kami, tentu saja, yang telah memiliki beberapa pemain terbaik di seluruh dunia, sudah terbiasa untuk bertanding di bawah tekanan dan itu tentu saja juga benar mengenai diri Neymar.

Anda bisa melihat hal itu dari kontras emosi setelah peluit akhir pada pertandingan kedua dan ketiga mereka. Melawan Costa Rica dia tiba-tiba menangis pada akhir pertandingan, walau Brazil telah menang dengan skor 2-0. Melawan Serbia, akan tetapi, setelah tim Tite sudah mengamankan tempat pertama di dalam grup, dia di sana tertawa dan melambaikan tangannya ke arah penonton.

Melawan Costa Rica dia baru saja mencetak sebuah gol terlambat dan itu adalah pelepasan tekanan yang sangat besar. Itu seperti jika sebuah beban besar yang berat telah diangkat dari atas pundaknya. Pada di sisi lain, melawan Serbia, kemenangan di sana terasa lebih menenangkan dan disana tidak terdapat ketegangan yang sama.

Mau bagaimanapun, Saya berpikir bahwa hal itu sangat penting bagi tim Brazil ini, ketika mereka mempersiapkan diri untuk melawan Meksiko, hanya mendengar pada diri mereka sendiri dan tidak perduli terhadap apapun yang dikatakan orang lain. Hanya untuk fokus kedalam pertandingan yang berlangsung.

Itu adalah bagaimana Saya selalu mencoba untuk melakukan hal tersebut. Akan tetapi, terkada itu adalah mustahil untuk tidak menjadi emosional dengan sebuah kemenangan atau sebuah kekalahan, pada khususnya ketika di sana terdapat banyak yang dipertaruhkan.

Untuk contohnya, pertandingan melawan Australia itu pada Olimpiade Rio tahun 2016 adalah sebuah contoh peristiwa yang ekstrim. Itu adalah pertandingan yang sangat berat, sangat menantang bagi kami. Itu berjalan hingga pinalti dan ketika itu adalah giliran Saya… tendangan Saya ditepis oleh sang penjaga gawang.

Adu pinalti terus berlanjut dan pada akhirnya kami menang setelah penjaga gawang kami membuat sebuah penyelamatan – dan setelah itu Saya tidak bisa menahan air mata Saya lagi. Saya mulai menangis karena semua emosi yang telah ikut masuk di dalam pertandingan itu. Kami mendedikasikan seluruh hidup kami untuk bisa bermain di dalam pertandingan penting dan turnamen penting.

Terkadang air mata kesedihan jatuh keluar dan terkada itu adalah air mata kebahagiaan. Saat itu bisa jadi adalah air mata kesedihan karena sebuah tim yang secara keseluruhan lebih dominan walau begitu masih tidak bisa menang atau bisa jadi air mata kebahagiaan setelah gol pada menit-menit terakhir. Sepak bola adalah permainan yang penuh dengan emosi dan itulah kenapa Saya menyukainya. Kami perduli.

Berbicara soal situasi dengan tekanan besar menuntun Saya kepada peran sebagai kapten. Untuk menjadi seorang kapten bagi negara Anda adalah sebuah perasaan yang luar biasa, salah satu yang terbaik di seluruh dunia – namun itu juga datang bersama dengan tekanan yang banyak. Jika Anda menjadi kapten Anda memiliki banyak tanggung jawab.

Jika Anda mengambil semua tanggung jawab itu sendiri itu akan bisa jadi beban yang sangat berat sekali untuk ditanggung. Tekanan yang datang dari bermain sudah ada dan jika Anda menyerap 100% dari semua itu, sudah jelas itu akan bertambah berat lebih banyak lagi. Itu lebih baik, dalam pendapat Saya, untuk melihat peran kapten sebagai sesuatu yang positif, sesuatu yang memperkuat diri Anda, dan membuat Anda bisa membagi tanggung jawab yang Anda miliki dengan rekan satu tim Anda.

Pada saat saya menjadi kapten untuk tim nasional sepak bola kami, tapi Saya juga memastikan bahwa rekan satu tim Saya merasa sangat ikut terlibat. Saya pikir itu adalah penting bahwa mereka juga memiliki suara yang kuat juga dan bahwa mereka adalah bagian dari tim yang memimpin, membawa tim itu kedepan.

Saya percaya ketika Anda meletakkan beban sebuah kepemimpinan pada hanya satu atau dua pemain itu bisa memberikan efek negatif pada tim tersebut, dengan satu pemain tersebut menjadi kewalahan, dan di sana juga terdapat resiko yang terus meningkat akan terbentuknya sebuah fraksi di dalam skuad.

Saya menjadi kapten tim nasional pada tahun 2012 dan memimpin tim kami pada beberapa pertandingan pada Olimpiade tahun itu. Sejak saat Saya masih kecil Saya telah ditempatkan pada posisi kepemimpinan. Dan tekanan yang datang dari hal itu adalah sesuatu yang normal bagi diri Saya.

Saya selalu bicara kepada rekan satu tim Saya dan meminta mereka untuk mengatakan sesuatu. Saya tidak harus menjadi orang yang selalu menjadi yang terakhir kali mengatakan sesuatu sebelum pertandingan dimulai. Saya meninggalkan keadaan terbuka bagi mereka, jadi rekan satu tim Saya bisa mengekspresikan diri mereka masing-masing. Dengan begitu kami bisa menunjukkan bahwa semua orang itu penting di dalam tim tersebut.

Saya suka dengan fakta bahwa Tite memberikan rotasi pada peran kapten – dan itu adalah sesuatu yang telah Saya bicarakan kepada pelatih tim nasional kami. Saya pikir itu adalah hal positif bahwa semua orang bisa merasakan bahwa mereka adalah penting bagi tim dan membagi peran kapten ke sekeliling tim adalah cara yang bagus untuk menunjukkan hal tersebut.

Tekanan berarti lain lagi untuk orang yang berbeda dan kami akan melihat hal itu ketika Brazil berhadapan dengan Meksiko. Ketika Saya pergi ke tengah lapangan, Saya akan mencoba untuk merasa bahagia dan untuk berkonsentrasi kepada hal yang penting bagi Saya. Saya mencari inspirasi di dalam cerita milik Saya sendiri. Saya akan kembali dan melihat betapa sulit Saya telah bekerja untuk bisa mencapai tempat Saya saat ini, bagaiman sulitnya hal itu dan semuanya yang telah Saya lewati. Jadi, bagi Saya, hari pada saat pertandingan berlangsung adalah bagian yang mudah, ini adalah waktu bagi Anda untuk menikmati momennya, merasa bahagia dan selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik dari diri Anda.

Jika Anda bermain di dalam pertandingan final Piala Dunia atau final Olimpiade dengan semua tekanan itu, hal itu karena Anda telah layak untuk berada di sana. Tidak semua pemain memiliki kesempatan itu, jadi itu juga penting bagi kita untuk menikmati momen itu, situasi itu dan mencoba untuk selalu bahagia di semua momen tersebut, selalu.

Sedangkan untuk pertandingan berikutnya pada Piala Dunia tahun 2018 ini, Saya merasa senang bahwa Brazil mendapatkan Meksiko. Itu seharusnya menjadi pertandingan yang hebat. Meksiko adalah tim yang keluar dan bermain dengan sungguh-sungguh. Mereka adalah tim dengan serangan balik yang cepat sebagai senjata terbesar mereka dengan pemain yang cepat seperti misalnya Chicharito. Akan tetapi, mereka juga memiliki pemain yang sangat pekerja keras yang akan bertarung hingga akhir pertandingan dan tidak akan pernah menyerah.

Itu bisa dikatakan, Saya berpikir hal tersebut bisa cocok dengan Brazil. Gaya permainan yang dimiliki Meksiko bisa membuka ruang bagi tim milik Tite untuk dimanfaatkan. Itu terlihat seperti setiap tim mencoba dengan keras ketika melawan Brazil karena sejarah kami dan lima gelar Piala Dunia yang kami miliki, namun Saya masih berpikir bahwa Brazil akan memenangkan yang satu ini dan maju menuju ke perempat final.