Chat with us, powered by LiveChat

MOURIZIO SARRI PERTAHANKAN CATATAN NAPOLI

AGEN SBOBET -|| BBM : Bigbet99 | WA : +6282311818925 ||- Maurizio Sarri telah mempertahankan catatannya di Napoli setelah kritik publik baru-baru ini dari mantan presiden klubnya, Aurelio de Laurentiis, ketika dia sedang mencari untuk mempertahankan permulaan liganya yang sempurna sebagai kepala pelatih di Chelsea.

Sarri menghabiskan tiga musim di Naples, dua kali menyelesaikan sebagai runner up kepada Juventus dan sekali di tempat ketiga ketika meningkatkan catatan pengumpulan poin tingkat atas tim ini dari 82 ke 86 dan 91 poin tiap tahunnya. Tim miliknya telah dipuji untuk gaya menyerang mereka yang menarik mata, namun gagal untuk memenangkan trofi, sebuah realita yang diratapi oleh De Laurentiis di dalam sebuah wawancara dengan L’Equipe.

“Kami memberikan Sarri segalanya dan di dalam tiga tahun kami tidak memenangkan apapun,” ujar dia. “Di sana masih ada kenikmatan dari telah bermain dengan baik namun juga ada rasa kepahitan dari tidak memenangkan apapun juga.” Hal itu mengikuti sebuah kritik dari pendekatan yang dimiliki Sarri itu telah “satu dimensi” dan telah diikuti dengan pujian mewah dari manajer baru milik Napoli, Carlo Ancelotti.

“Saya tidak tahu tapi mungkin dia membicarakan soal Saya karena dia telah kehilangan diri Saya,” ujar Sarri, ketika komentar dari mantan bossnya diberikan kepada dirinya. “Kami tidak menang di dalam Naples tapi kami mendapatkan rekor jumlah poin untuk klub tersebut.”

“Kami masuk kualifikasi sebanyak tiga kali untuk Liga Champions dan itu adalah hal yang tidak biasa bagi Napoli. Jadi Saya rasa kami telah melakukannya dengan baik. Tidak ada yang menang di Italia kecuali Juventus di dalam tujuh tahun yang lalu.” Ditanyakan apakah dia merasa kehilangan De Laurentiis, Sarri mengatakan: “Pada saat ini, tidak. Tapi Saya sudah terbiasa [dengan dirinya].”

Sarri mendatangi mantan manajer Napoli yang lain, pendahulu dirinya Rafael Benitez, di St James Park pada hari Minggu, menduga Newcastle untuk memberikan sebuah tantangan yang sulit di sebuah tahan dimana Chelsea telah tidak pernah menang sejak bulan Desember 2011. Eden Hazard, walau membuat terkesan diluar bangku cadangan di dalam dua pertandingan tim tersebut, telah dianggap tidak sepenuhnya bugar untuk bertanding dan Ruben Loftus-Cheek hanya akan mengetahui pada saat hari pertandingan apakah dia akan diikutsertakan diantara para pemain pengganti.

Sang pemain gelandang England itu, yang akan mengetahui pada hari Kamis apakah dia telah dipertahankan di dalam skuad nasional milik Gareth Southgate, dia telah dikatakan untuk bertarung untuk tempatnya di Chelsea setelah dikecualikan dari rombongan 18 orang pada akhir pekan lalu. Sarri sebanyak dua kali pada minggu ini berbicara kepada pria berusia 22 tahun itu, yang telah menjadi menarik Schalke dan klubnya di Spanyol dan Perancis, dan, ketika tidak memberikan sebuah garansi dari keterlibatan yang lebih besar, mencoret perpindahan pinjaman lainnya pada bulan ini.

“Loftus-Cheel akan tetap bersama dengan kami,” ujar dia. “Kami bisa berbicara lagi soal situasi dirinya namun Saya rasa hanya pada bulan Desember nanti. Saya tidak bisa untuk menjanjikan apapun kepada siapapun. Itu semua terserah kepada dirinya. Saya biasanya melihat ke dalam latihan dan kemudian Saya memutuskan. Jadi itu semuanya hanya terserah pada dirinya.”

“Di sini masalahnya adalah pada bangku cadangan karena, di Italia, daftar para pemain untuk pertandingan adalah 23 orang; di sini hanya 18 orang. Itu tidak begitu mudah pada periode ini karena kami hanya bermain satu kali tiap minggu. Tapi Saya mengatakan pada tim bahwa bulan ini mereka harus sabar. Di masa yang akan datang, dimulai dari bulan September, Saya rasa kmai akan bermain tiga kali tiga pertandingan tiap minggu, jadi di sana akan ada ruang untuk setiap orang.”

UNAI EMERY MENGATAKAN PADA AARON RAMSEY UNTUK MENEMPATKAN SEPAK BOLA TERLEBIH DAHULU DAN MELUPAKAN PEMBICARAAN SOAL KONTRAK

 

Aairb Ramsey harus berkonsentrasi “hanya kepada latihan dan hanya kepada pertandingan” jika dia ingin mendapatkan tempatnya kembali di sisi Arsenal, menurut pada Unai Emery.

Sang pemain gelandang itu adalah pemain Arsenal yang paling lama bertugas namun tidak memulai melawan Chelsea pada akhir pekan lalu diantara laporan bahwa dia tidak bisa setuju kepada syarat pada sebuah kontrak. Ramsey berada di tahun terakhir pada kontraknya namun Emery memanggill dirinya untuk menempatkan masalah seperti itu di sisi yang lain untuk membantu timnya.

“Saya berbicara dengan dirinya pada minggu lalu,” ujar sang manajer. “Saya mengatakan: ‘Saya ingin Kau untuk hanya fokus pada latihan dan hanya pada pertandingan, Kau menunjukkan pada kami kapasitas untuk membantu tim ini.’ Kontrak tersebut adalah hal lain bagi agen miliknya dan klub itu namun kami ingin dan Saya membutuhkan fokus dirinya hanya pada latihan, hanya pada pertandingan dan pada performa dirinya setiap hari.”

Emery menunjukkan ketidak hadiran Ramsey melawan Chelsea adalah sebuah hal taktis namun pria berusia 27 tahun itu bisa bermain melawan West Ham pada hari Sabtu. “Chelsea adalah berbeda kepada tim yang lainnya,” ujar dia. “Kami harus bekerja dengan sangat spesifik untuk bersiap melawan mereka.”

“Hari Sabtu juga sebuah pertandingan yang sulit tapi kami sedang berpikir lebih kami bisa mengontrol pertandingan itu dengan kepribadian kami. Melawan Chelsea dan Manchester City kami ingin melakukan itu, tapi di sana ada lebih banyak waktu di dalam 90 menit itu dimana pihak lawan tidak akan membiarkan kami melakukannya.”

Emery, yang bergabung dengan Arsenal setelah meninggalkan Paris Saint-Germain, telah menahan sebuah permulaan yang berat, kalah di kedua pertandingan Liga Premier. Rencana pria Spanyol itu untuk menerapkan sebuah permainan berbasis penguasaan bola yang dibangun dari lini belakang telah bertemu dengan kritik dan dia percaya sebuah hasil yang positif pada hari Sabtu nanti adalah penting bagi perkembangan tim miliknya.

“Kami butuh untuk memenangkan pertandingan ini melawan West Ham. Saya rasa itu adalah sangat penting untuk menunjukkan [pada para suporter] sebuah performa yang lebih baik daripada dua pertandingan pertama. Kami sedang bersiap dengan baik. Saya merasa baik ketika Saya melihat kepada para pemain saat latihan.”

SEORANG FANS ROMA DIPENJARA ATAS KEKERASAN SEBELUM PERTANDINGAN LIGA CHAMPIONS LIVERPOOL

 

Seorang fans sepak bola Italia telah dipenjara untuk waktu dua setengah tahun setelah sebuah kejadian kekerasan sebelum pertandingan semi final Liga Champions musim lalu di Anfield yang menyebabkan seorang fans Liverpool terluka parah.

Sang suporter Roma itu adalah Daniele Sciusco, berusia 29 tahun, mengakui sebuah kelainan jiwa kekerasan. Pengadilan Preston Crown mendengar bahwa sang fans Liverpool Sean Cox, berusia 53 tahun, masih berada dalam kondisi kritis, walau Sciusco tidak terlibat secara langsung di dalam peristiwa yang menyebakan cidera kepala itu.

Hakim pendakwa, dari rekaman Preston, Mark Brown, mengatakan: “Pertandingan semi final Liga Champions tersebut adalah sebuah even sepak bola internasional yang besar yang telah ditayangkan di televisi di seluruh Eropa, dan tindakan Anda dan tindakan dari grup asal Italia tersebut telah menodai secara signifikan apa yang dimaksudkan untk menjadi sebuah acara olah raga yang bisa dinikmati bersama.”

“Itu adalah hal yang penting untuk menekankan bahwa Anda tidak sedang didakwa karena sebuah serangan kejam kepada Tuan Cox namun itu memang terjadi pada saat kekacauan keras yang dimana Anda telah menjadi bagiannya dan akibat yang terjadi pada dirinya telah cukup besar.”

Pihak pengadilan telah diberitahu bahwa Sciusco adalah bagian dari sebuah grup ultra Roma yang telah terbang dari Italia untuk pertandingan tersebut. Rekaman video menunjukkan grup itu terdiri dari sekitar 25 orang fans, semuanya mengenakan pakaian serba hitam. berjalan menuju ke Walton Breck Road, diluar stadium itu tepat sebelum kick off.

Keith Sutton, penuntut, mengatakan Sciusco memiliki sabuk di tanganya ketika grup tersebut mendatangi sang fans Liverpool tersebut. Cox, berasal dari Dunboyne, Co Meath, telah terlihat terbaring di atas jalan setelah diserang, ketika perkelahian terus berlanjut disekeliling dirinya. Sutton mengatakan pada pihak pengadilan bahwa kakak Cox, Martin, telah mendeskripsikan mendengar teriakan dan kerusuhan dari arah luar stadium.

Dia mengatakan: “Dia menoleh mencari ke arah adiknya untuk menemukan bahwa dia sudah terkapar di lantai, dia tidak melihat apa yang telah terjadi dengan adiknya itu.”

Ketika Martin Cox mencoba untuk menolong adiknya, dia kemudian ditendang dan jatuh ke tanah disebelah adiknya. Sutton mengatakan COx telah jatuh koma namun kondisinya tetap “sangat kritis”.’

Pihak pengadilan mendengar Sciusco berada di dekat situ ketika Cox telah terluka, namun tidak secara langsung bertanggung jawab untuk penyerangan itu. Hakim Brown mengatakan: “Di sana terdapat banyak orang disekitar situ ketika kekerasan itu dimulai, Anda dan yang lainnya di dalam grup ultra telah dipersenjatai dengan senjata seperti semacam sabuk dan rantai dan Anda telah mengancam dan telah bersikap melecehkan terhadap para fans Liverpool. Tidak bisa dihindari hal tersebut adalah provokatif.”

Dia menambahkan: “Pihak polisi telah dihadapkan dengan sebuah situasi yang sangat sulit. Pihak polisi turun campur dan pada akhirnya peristiwa mengejutkan yang buruk itu bisa berakhir.”

Pihak pengadilan mendengar Sciusco telah dikenali oleh saksi mata dari pihak polisi Italia dan telah ditahan ketika dia meninggalkan stadium – yang pada saat itu dia telah mengganti jaketnya dan sedang mengenakan topi baseball.

Nigel Power, pembela, mengatakan orang tua dan saudara perempuan Sciusco, yang pada saat itu berada di pengadilan, telah mengunjungi dirinya sekali pada dua minggu setelah penahanan dirinya. Dia mengatakan Sciusco bekerja pada sebuah perusahaan obat-obatan besar dan menjadi sukarelawan untuk mengajari murid di sekolahan dan universitas untuk menggunakan defibrillators (alat kejut jantung).

Power mengatakan sang terdakwa, dari karakter baik sebelumnya, tidak dalam keadaan mabuk karena minuman apapun sebelum pertandingan itu.

“Walau insiden tersebut yang telah kami lihat di CCTV adalah insiden yang sangat buruk, itu bukanlah satu peristiwa yang dimana sang terdakwa, setidaknya, telah bersiap untuk mengantisipasinya,” ujar dia.

Filippo Lombardi, berusia 21 tahun, menolak memiliki kecenderungan kekerasan dan melukai/menyebabkan luka pada tubuh Cox dan akan menjalani sidang nanti pada tahun ini.

Tags: