Chat with us, powered by LiveChat

MAURICIO POCHETTINO SALAH KRITIK

AGEN SBOBET -|| BBM : Bigbet99 | WA : +6282311818925 ||- Manajer Tottenham merasa klub di Liga Premier berada dalam sebuah kerugian karena batas waktu yang telah mereka tentukan sendiri namun kemunduran yang ada hanya sedikit dan hanya berlaku ke pada klub yang besar saja.Mauricio Paochettino yang biasanya terlihat ramah telah menunjukkan sisi lain dari karakter dirinya pada baru-baru ini. Dari menunjukkan bahwa proyek Tottenham akan terus berlanjut “dengan Saya atau yang lainnya”, untuk mendesak bosnya, Daniel Levy, untuk menaruh tangannya ke dalam sakunya, pria asal Argentina ini telah mengambil jalan untuk menjadi lebih terus terang di depan publik. Objek dari komentar dirinya yang paling baru adalah juga salah satu yang meninggalkan dirinya menjadi marah: jendela transfer yang lebih pendek pada musim panas ini.

“Jika Anda membandingkannya dengan Eropa, anda akan berada di dalam kerugian besar dan hal itu tidak membantu klub ini di dalam Liga Premier,” ujar dia pada saat tur Tottenham di Amerika Serikat pada minggu lalu. “Kami semua berada di situasi yang sama di England, Saya tidak tahu apakah tim yang lainnya merasa senang dengan keputusan tersebut. Itu tidak benar. Itu tidak akan membantu klub Liga Premier karena kami akan bersaing di Eropa dan di dalam Liga Champions namun memiliki waktu kurang dari 20 hari saja. Itu tidak akan membantu.”

Ketika tidak diragukan lagi bahwa Pochettino itu merasa tidak senang, apakah dia benar untuk merasa seperti itu? Sebagian dari rasa frustasinya itu memang cukup spesifik pada pekerjaannya sendiri. Dia tahu jendela transfer akan tutup lebih awal, hari Kamis ini tanggal 9 Agustus pada pukul 5 pm untuk lebih tepatnya, sebelu dia mengkontrak lima kontrak lima tahun yang baru sebagai manajer Tottenham pada bulan Mei. Namun dia juga berharap klub miliknya juga bisa melakukan bisnis mereka lebih awal, sebelum Piala Dunia. Ini mungkin adalah sebuah kejayaan dari harapan karena pengalaman yang melihat fakta bahwa Spurs sedang kekurangan biaya disebabkan karena stadium baru yang dimana masih harus mereka bayar, dan sebuah permainan poker yang secara tradisional suka dimainkan oleh Levy di dalam negosiasi transfer apapun.

Tottenham sepertinya akan harus menjual beberapa pemain sebelum mereka bisa membeli pada musim panas ini dan tidak ada yang keluar berati tidak ada yang masuk juga. Melihat perilaku pada masa lalu itu akan tidak bijak untuk menghiraukan beberapa aksi panik pada hari batas akhir, Jack Grealish yang memiliki kemacetan di pemeriksaan medis pada hal yang semacam M40, dan batas akhir yang diperpendek tidak akan ada hubungannya dengan hal tersebut. Insentivitas yang ada di dalam pekerjaan masih akan sama besarnya seperti biasanya. Benar, uang apapun yang diterima dari benua itu setelah tanggal 9 Agustus tidak bisa digunakan untuk perjanjian apapun pada musim panas ini namun itu juga sama saja dengan sebuah dorongan untuk para klub yang membeli untuk membuat perjanjian sebelum saat itu, pada situasi yang mungkin saja lebih menguntungkan bagi mereka.

Argumen yang sama bisa diterapkan ketika mempertimbangkan jika poin milik Pochettino mungkin menyangkut hal yang lebih luas. Apakah para klub di Liga Premier meninggalkan diri mereka sendiri dalam sebuah kerugian dengan menutup jendela transfer tiga minggu lebih awal dari yang lainnya? Yah, pada situasi yang paling mendasar mereka memang merugi, ketika rival antar benua mereka memiliki waktu yang lebih banyak untuk jual beli namun 17 dari 20 klub di Liga Premier pada musim lalu telah memberikan suara untuk perubahan tersebut dan pasti telah merasa bahwa kerugian itu telah dikalahkan oleh sebuah keuntungan dari tempat lain.

Yang paling jelas dari keuntungan ini adalah fakta bahwa mereka telah menentukan skuad mereka pada saat musim itu memulai kick off. Di sana akan ada lebih sedikit cidera yang tidak bisa dijelaskan pada pemain yang belum menyesuaikan diri, tidak ada lagi menunggu hingga waktu istirahat internasional pada bulan September sebelum menempatkan diri dengan sebuah kontrak ke dalam tim. Ini adalah argumen yang dibuat oleh para klub hanya satu tahun yang lalu dan jika Pochettino telah melupakan hal itu lagi dia mungkin telah dibutakan oleh keadaan spesial lainnya pada saat musim panas ini. Spurs, bersama dengan anggota lain dari enam besar (walau bukan Leicester, seperti yang diamati oleh Jose Mourinho dengan berang dari musuh pembukaan Manchester United), telah hanya baru menyambut kembali banak dari pemain top mereka kembali dari liburan. Ini adalah karena para pemain ini telah mendapatkan Piala Dunia yang sukses. Ketika ini mungkin terasa seperti pembukaan lain yang terganggu, ini sebenarnya hanyalah akibat dari sebuah kesuksesan.

Itu adalah para klub besar yang rival luar negeri mereka bisa memperkuat diri mereka pada waktu terlambat dan klub besar yang dimana para pemainnya tidak siap untuk hari pembukaan. Itu juga hanya klub besar yang dimana para pemainnya bisa diambil oleh klub antar benua di dalam minggu yang tersisa pada jendela transfer mereka. Rantai makanan sepak bola itu berada dalam resiko perburuan dihadapkan oleh klub yang lebih kecil di Liga Premier (hiraukan saja EFL) datang hanya dari pasar domestik. Itu sebuah pemaksaan untuk mengatakan bahwa bahkan klub yang lebih besar menghadapi begitu banyak ancaman dari luar negeri.

Pada musim yang lalu, menurut pada situs Tranfermarkt, klub di Liga Premier membeli 150 pemain dan telah menjual 174 pemain. Mereka melakukan hal itu hanya dengan jumlah kerugian hanya dibawah 755 juta Pounds. Hanya Serie A yang bisa mencapai jumlah hampir dekat dengan Liga Premier dalam hal pembelanjaan namun merekea mengembalikan jumlah itu dengan penjualan hampir seluruhnya. Ketika itu soal mampu untuk mendapatkan kontrak dengan uang besar, tingkat tertinggi di Inggris itu ada di tingkat mereka sendiri.

Kontrak besar di benua itu sering kali dibiayai oleh pihak besar Premier League dan ketika itu tidak, yang mungkin belum tentu jadi masalah dengan Thibaut Courtois, mereka adalah sebuah pengecualian. Namun bahwkan pengejaran Real Madrid dari penjaga gawang Chelsea itu bukanlah hal asing. Jika Chelsea sedang terburu-buru untuk mengkontrak Kepa Arrizabalaga untuk sebuah biaya yang memecahkan rekor dunia itu sebagian besar karena Maurizio juga baru saja menempatkan kakinya di bawah meja.

Memiliki sebuah komplain di dalam tradisi Liga Premier yang mulia dan Pochetinno tidak akan sendirian dalam hal itu pada tahun ini, pada faktanya dia mungkin akan memiliki yang lainnya dalam waktu dekat. Bahkan jika klub teratas di dalam liga paling kaya di dunia sekarang berada di dalam kerugian karena batas waktu yang mereka buat sendire, itu tidak akan mudah untuk merasa kasihan kepada mereka. Namun kenyataanya adalah, sebenarnya, mereka itu tidak.

Tags: