Chat with us, powered by LiveChat

EVERTON MENYELESAIKAN KONTRAK UNTUK RICHARLISON

AGEN SBOBET -|| BBM : Bigbet99 | WA : +6282311818925 ||- Richarlison telah menyelesaikan perpindahannya ke Everton dari Watford yang memberikan dirinya harapan yang bisa membantu “mimpinya untuk menjadi kenyataan di sini di salah satu klub terbesar di England.” Kontrak selama lima tahun itu akan berharga sebesar hingga 40 juta pounds untuk pihak klub Merseyside.

Richarlison mengatakan pada evertontv: “Saya ingin mendapatkan banyak kesuksesan dengan Everton. Saya rasa itu akan menjadi penting bagi Saya untuk berada di sini dengan Marco Silva lagi. Saya akan lebih banyak belajar karena Saya masih belajar sebagai seorang pemain dan Saya menargetkan utnuk berkembang dan tumbuh di sini. Everton harus meletakkan keyakinan mereka pada Saya dan Saya bermaksud untuk menghormati seragam ini dan menunjukkan di lapangan kenapa Saya datang kesini.”

Hal itu muncul pada minggu lalu bahwa Everton sedang dekat untuk menandatangani kontrak dengan pemain depan asal Brazil, yang bermain untuk manajer Toffees Marco Silva di Vicarage Road pada musim lalu. Rocharlison mengatakan: “Tentu saja Saya kenal dengan sang manajer untuk waktu yang cukup lama, jadi Saya tahu bagaimana dia bekerja.”

Pria berusia 21 tahun itu bergabung dengan Watford, dimana Silva telah baru-baru ini dimasukkan sebagai manajer, dari Fluminense pada musim panas lalu. Dia mencetak lima kali pada 12 pertandingan pembukaan Liga Premier namun tidak menemukan netnya lagi untuk sisa perjuangan itu.

Richarlison menambahkan: “Saya ingin mencetak gol lebih banyak lagi, memberikan lebih banyak assist bagi rekan satu tim Saya dan menolong dengan segala cara yang Saya bisa. Semua orang di dunia mengenal Everton. Itu adalah klub yang sangat besar, salah satu yang terbesar di England seperti yang Saya katakan. Saya merasa sangat senang dan terhormat untuk bisa berada di sini.”

Silva mengatakan pada evertontv: “Dia adalah seorang pemain yang bagus yang akan membuat tim kami dan skuad kami menjadi lebih kompetitif. Pemain itu cepat, kuat, dan sangat baik secara teknik dan dia bisa bermain di tiga posisi di tiga lini depan. Dia juga bisa mencetak gol. Evertonian akan melihat seorang pemain yang akan 100% berkomitmen untuk selalu membantu tim kami.”

Everton dan Watford teah mendapatkan semacam hubungan tes, dengan pihak klub Merseyside melihat pendekatan awal untuk Silva ditolak setelah mereka memecat Ronald Koeman pada bulan Oktober di tahun lalu.

Watford kemudian memutuskan untuk keluar dengan layanan Silva pada bulan Januari, mengatakan bahwa “pendekatan yang tidak dijamin” itu telah menjadi sebuah “katalis”, yang menuju ke “sebuah penurunan yang signifikan terhadap fokus dan hasil”.

Everton menunjuk Sam Allardyce sebagai penerus Koeman, dan setelah dia kemudian dipecat pada saat akhir musim, Silva ditunjuk pada tanggl 31 bulan Mei.

Dengan perekrutan akhirnya sedang berjalan, sang manajer baru telah mulai untuk memotong sedikit demi sedikit skuad yang menggelembung ini. Sejah ini hanya Wanye Rooney dan sang penjaga gawang cadangan Joel Robles yang telah keluar secara permanen namun Silva berkeinginan untuk membawa masuk pemain lagi, dengan ketertarikan kepada pemain bek kiri Barcelona Lucas Digne.

RICHARLISON MEMILIKI SEMUA ATRIBUT UNTUK MEMBALAS KEPERCAYAAN MARCO SILVA LAGI DI EVERTON

“Kita harus tenang dengan dirinya,” ujar Marco Silva, sang manajer Watford saat itu soal RIcharlison pada bulan September. “Tentu saja semua orang senang terhadap dirinya namun kami harus bersikap tenang. Dia itu berusia 20 tahun. Saya rasa dia sudah siap untuk apapun yang bisa terjadi di dalam karirnya namun kita harus menolong dirinya, bukan menempatkan terlalu banyak tekanan pada dirinya.”

Silva tidak lagi mencoba untuk menghidari menempatkan tekanan pada pundak pemuda asal Brazil itu. Dengan memastikan Everton, tempat dia bekerja saat ini, mengeluarkan hingga sebesar 40 juta pounds pada pemain itu, dia telah memastikan performa Richarlison akan diperiksa dengan teliti dan dikritik seperti yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Sang manajer Everton merasa dia sudah cukup meneliti Richarlison. Pada bulan Juli lalu Silva menghabiskan malamnya di dalam tur sebelum musim di Austria menonton rekaman dari penampilan pemain depan itu untuk Fluminese.

“Dia adalah satu bocah yang kami analisa sebagai sebuah staff teknis,” ujar dia. “Kami menganalisa pemain itu dengan baik dan pada momen itu Saya mengambil keputusan, dan ketika Saya bertemu dengan dewan Saya mengatakan ‘Kita harus membeli pemain ini’.” Dua belas bulan kemudian dia mendekati sebuah dewan yang lain dengan pesan yang sama soal seorang pemain yang sekarang membawa label harga yang sangat berbeda.

Itu bukan hanya harga saja yang berubah; keputusan Watford untuk menghabiskan 11,5 juta pounds satu tahun yang lalu adalah penuh dengan resiko, dengan tanpa kepastian sang pemain bisa mengulang kembali bentuknya di dalam sebuah negara baru. Silva sekarang yain tidak hanya kepada kemampuan Richarlison untuk menghasilkan sebuah penampilan yang akan menyinari Liga Premier namun juga pada kemampuannya sendiri sebagai seorang pelatih untuk menginspirasi mereka.

“Saya banyak berhutang kepada Marco,” ujar Richarlison, yang sudah siap untuk bergabung dengan ajak sebelum Silva kemudian membujuk dirinya untuk malah berpindah ke Hertfordshire setelah itu. “Dia adalah yang memanggil Saya sebelum Saya datang ke Watford. Saya pindah ke sini karena dirinya. Dia membantu Saya setiap harinya dan sangat bagus sekali dengan Saya.”

Pada saat Silva memperingatkan dunia untuk tidak menempatkan tekanan pada pemuda Brazil itu, Richarlison telah mencetak dua gol pada lima pertandingan pertamanya untuk Watford. Di sana mungkin akan ada tiga lagi, ditambah empat assist, di dalam tujuh pertandingannya yang berikutnya. Itu adalah sebuah pengenalan yang luar biasa untuk sepak bola Inggris keita sang pemain masuk pada minggu awal dengan sebuah pertunjukkan yang tidak hanya sebuah potensi namun dari sebuah kemampuan nyata yang sudah berkembang dan sangat menentukan.

Itu adalah sebuah tingkat pencapaian yang tidak bisa dia pertahankan. Di sana akan ada satu lagi assist dan tidak ada lagi gol kedepannya, di dalam 25 sisa pertandingan penampilan liganya. Ini secara garis besar jatuh pada faktor kelelahan: Richarlison telah bermain di dalam pertandingannya yang ke 18 pada perjuangan Brazil tahun 2017 untuk Fluminense pada tanggal 23 bulan Juli dan memulai musim baru di dalam negara yang baru hanya 20 hari kemudian. Ulang tahunnya yang ke 21 pada bulan Mei ini menutup sebuah tahun yang melelahkan yang dimana dia telah bermain 59 pertandingan di tim utama, memulai dari awal pada 52 diantaranya, dengan 20 hari itu, yang dimana dia tidak hanya berpindah benua namun juga masuk kedalam sebuah penampilan pertandingan persahabatan, hal paling dekat yang dia dapatkan dengan masa istirahat.

Sementara itu, bentuk Watford runtuh diantara pendekatan pertama Everton untuk SIlva pada bulan Oktober dan pengeluaran dirinya pada bulan Januari, dan mereka tidak lagi sebuah tim yang dimana mudah bagi seorang pemain depan untuk bersinar. Di bawah sang pria Portugis itu dia memulai pada setiap pertandingan liga kecuali yang pertama, namun Richarlison memulai lima dari 14 pertandingan yang tersisa di bawah Javi Gracia di kursi cadangan.

Pria Spanyol itu juga bereksperimen dengan memainkan dirinya tidak berada di posisi sayap namun di posisi tengah, yang tidak menambahkan jumlah tembakan yang dia lakukan (yang dimana menjadi menurun dari 3,12 tiap 90 menit permainan dibawah Silva menjadi 2,76) ketika dengan sangat besar mengurangi jumlah kesempatan yang dia ciptakan untuk lainnya (dari satu tiap pertandingan hingga menjadi 0,36).

Di sana terdapat saat pada musim lalu ketika dia terlihat frustasi dan terkadang ketika dia terlihat jelas kelelahan, namun RIcharlison walaupun begitu tetap menunjukkan kecepatan dan tipuan yang dibutuhkan untuk mengalahkan lawannya, kemauan untuk menggunakan kedua kaki, posisi badan untuk memenangkan sundulan, atletisme yang dibutuhkan untuk membawa ancaman serangan timnya pada satu saat dan untuk membantu pertahanan mereka di saat yang lain, dan sikap untuk terus tidak terpengaruh seteiap kali seorang pemain bertahan yang frustasi menjatuhkan dirinya (yang dimana hal itu sangat sering: dia adalah pemain yang paling sering dilakukan pelanggaran di dalam Liga Premier pada musim lalu).

Untuk menambahkan kepada daftar atribut yang mengesenakan dia juga menampilkan sebuah kemampuan hebat untuk muncul di dalam posisi pencetak angka dengan timing yang sempurna, bahkan jika dia masih harus belajar soal apa yang harus dilakukan ketika dia tiba di posisi itu. Hanya Harry Kane, Mohamed Salah dan Christian Eriksen yang memiliki jumlah lebih dari 95 tendangan yang dia lakukan pada musim lalu; namun 31 orang mengumpulkan lebih banyak usaha ke target dan beberapa tendangan yang meleset dari Richarlison cukup mengejutkan.

Dia belum benar-benar berkembang penuh, mau sebagai seorang pemain ataupun orang dewasa. Kerapuhan pemuda sangat terlihat ketika dia digantikan pada saat kemenangan skor 4-1 melawan Chelsea di bulan Februari dan menangis ketika dia duduk di bangku cadangan. “Saya selalu ingin bermain hingga 90 menit,” ujar dia. “Saya merasa sedih dan Saya menangis. Itu hanya menunjukkan betapa penting pertandingan ini bagi Saya.”

Biaya yang dikeluarkan untuk mengontrak dirinya mungkin akan mencucurkan airmata dari mata akuntan Everton namun Silva merasa percaya diri bahwa di masa depan Richarlison akan menginspirasi sebuah perayaan.

Tags: