Chat with us, powered by LiveChat

DORONGAN YANG MUNCUL SETELAH RUSSIA

 

AGEN SBOBET -|| BBM : Bigbet99 | WA : +6282311818925 ||- Di sana hanya terdapat waktu tiga minggu saja hingga jendela transfer Liga Premier tertutup, satu hari sebelum musim baru dimulai dan 22 hari sebelum klub tingkat tertinggi di Perancis, Jerman dan Spanyol wajib untuk

menyimpan buku cek mereka masing-masing. Batas akhir yang datang lebih awal, disetujui pada bulan September lalu, melambangkan sebuah perubahan besar di dalam ritme musim panas yang dimiliki oleh Liga Premier; tahun lalu klub di dalam tingkat tertinggi di Inggris telah menyelesaikan lebih banyak kontrak dalam waktu 24 jam di batas akhir transfer (17) daripada yang pernah mereka lakukan pada waktu selama dua minggu di bulan Juli (16). Pada musim panas kali ini semua aktifitas itu dan lebih banyak lagi yang akan datang setelahnya akan harus di kecilkan lagi, seperti sekelompok badut yang masuk kedalam mobil mini, kedalam sebuah ruang kecil yang pastilah tidak nyaman.

Walau dengan semua hal itu, para klub telah sedikit lambat untuk beradaptasi dengan sistem baru yang mereka miliki itu. Lebih sedikit kontrak yang sudah diselesaikan pada waktu musim panas ini daripada saat periode yang sama pada tahun lalu, dengan para klub di Liga Premier tidak terbiasa dengan kalender baru mereka yang lebih dipadatkan dan dipadatkan dengan sedemikian rupa oleh Piala Dunia belum juga mengubah cara mereka. Dengan waktu yang semakin habis, industri tersebut sedang bersiap untuk pembelanjaan dalam waktu selama tiga minggu dalam proporsi yang tidak terkirakan ketika para anggota ofisial tiba-tiba menemukan diri mereka di dalam sebuah keadaan terburu-buru, lebih daripada yang terjadi di Russia.

“Itu akan seperti pada bulan Januari, ketika semua hal terjadi pada waktu sepuluh hari terakhir,” ujar Leon Angel, ketua dari Base Soccer, yang dimana kliennya termasuk dari Kyle Walker, Danny Rose dan Ashley Young. “Aktifitas yang terjadi di pasar telah berjalan sedikit lambat pada waktu belakangan ini, yang Saya pikir itu adalah karena Piala Dunia. Hal itu adalah cukup normal. Namun Saya pikir para klub tersebut belum cukup paham dengan fakta sebenarnya bahwa mereka hanya memiliki waktu sepanjang tiga minggu yang tersisa.”

Ketika Liverpool menandatangani kontrak untuk Fabinho dari Monaco pada tanggal 28 bulan Mei dan dalam waktu beberapa minggu setelahnya, Manchester United menyetujui sebuah kontrak untuk Fred dan Diogo Dalot ketika Arsena membeli masuk Stephan Lichtsteiner dari pihak Juventus dan Bernd Leno dari Bayer Leverkusen, itu terlihat seperti para klub sudah bertekad untuk menyelesaikan bisnis transfer yang mereka miliki pada waktu lebih awal. Namun momentum tersebut telah terhambat: Burnley, Everton dan Tottenham belum juga menandatangani kontrak dengan siapapun ketika Bournemouth, Chelsea, Crystal Palace dan Manchester City telah masing-masing dari mereka membeli satu pemain.

“Beberapa kontrak telah selalu dilakukan pada awal bulan Juni dan hal itu terjadi pada tahun ini dengan cara yang sama pada tahun yang lalu,” ujar Angel. “Untuk contohnya saja Manchester United menandatangani kontrak Fred, yang dimana semuanya diselesaikan sebelum Piala Dunia ini dimulai. Namun pada beberapa minggu belakangan ini situasi menjadi sedikit agak tenang, Jika menurut pendapat Saya. Para klub Liga Premier telah terbiasa untuk kembali untuk saat setelah musim pada permulaan bulan Juli, tidak harus butuh banyak berpikir tentang transfer untuk selama beberapa minggu, dan kemudian melakukan bisnis mereka itu pada bulan Agustus. Walau begitu, kami memiliki sebuah kepastian untuk melihat sebuah perubahan pada aktifitas yang tidak biasanya terjadi di dalam waktu beberapa minggu pertama pada bulan Juli ini.”

Klub Liga Premier yang dipilih dengan batasan dari 14 hingga lima, dengan satu klub yang absen, untuk membawa lebih kedepan waktu batas akhir transfer kedatangan mereka. Serie A milik Italia akan berkesperimen dengan peraturan yang sama, walau melihat musim mereka dimulai lebih nanti, mereka akan bisa untuk menandatangani kontrak dengan para pemain hingga tanggal 17 bulan Agustus. Para tim masih akan bisa untuk menjual pemain mereka ke luar negeri, dengan para klub di sebagian besar Liga Eripa terbuka untuk berbisnis hingga tanggal 31 bulan Agustus dan beberapa – untuk contohnya mereka yang berada di Portugal – tidak akan terkekang hingga pada waktu pertengahan bulan September.

Keputusan itu memang dimaksudkan untuk mengurangi rasa ketidakpastian yang bisa mendatangi harapan para pemain yang masih ingin menyelesaikan perpindahan setelah musim itu dimulai, dengan keputusan itu diambil ketika ingatan masih segar soal perjuangan pembukaan pergantian yang sulit pada tahun 2017-18. Pada bulan Agustus lalu menemukan beberapa pemain dengan profil tinggi yang terjebak di dalam zona twilight yang canggung: Virgil van Dijk telah keluar dari dalam tim Southampton di tengah-tengah rumor dari sebuah kepindahan ke Liverpool. Philippe Coutinho telah gelisah utnuk sebuah kepindahan ke Barcelona – kedua transfer tersebut pada akhirnya diselesaikan di bulan Januari – ketika Gyfli Sigurdsson telah absen dari tim Swansea dalam menyusul pergantian dirinya ke Everton. Sementara Alex Oxlade Chamberlain bermain untuk Arsenal pada kekalahan dengan skor 4-0 oleh Liverpool pada tanggal 27 bulan Agustus, empat hari sebelum dia ditarik ke dalam seragam Liverpool setelah berpindah ke Anfield. Pemain apda tahun ini seharusnya tidak akan khawatir dengan konflik semacam itu.

Bahaya besar bagi klub Inggris adalah bahwa jika mereka gagal untuk menjual pemain yang tidak diinginkan sebelum jendela transfer itu tutup namun mau bagaimanapun harus dipaksa untuk menyelesaikan kontrak yang telah mereka setujui untuk penggantinya. ini akan meninggalkan mereka di posisi negosiasi yang sangat kecil ketika mereka kemudian sedang mencari cara untuk menyingkirkan anggota skuad pinggir mereka. Para klub dari tempat lain di Eropa akan, pada waktu bulan Agustus, menjadi lebih berani untuk memasukkan tawaran diskon kepada penawar yang sekarang putus asa. Memang benar, salah satu alasan dari lambatnya laju jendela transfer ini mungkin adalah bahwa para klub akan lebih mendapat keuntungan dari sekenario ini sedang secara taktis menunda penawaran mereka ketika mereka mununggu harga untuk jatuh dalam waktu beberapa minggu ini. “Itu adalah ide yang bagus untuk menuntup jendela transfer sebelum musim dimulai namun hanya jika beberapa negara melakukan hal yang sama di hari yang sama,” ujar salah satu direktur perekrutan di Liga Premier. “Apa yang telah kami lakukan telah memberikan semua klub yang lain sebuah keuntungan.”

Selama dalam waktu dua bulan kedepa banyak yang akan ditemukan tentang efek dari sistem baru ini dan taktik yang terbaik untuk memanfaatkannya. “Orang-orang akan belajar,” ujar Angel. “Tahun depan di sana tidak akan ada Piala Dunia dan orang-orang akan menyadari bahwa ini adalah periode yang terlalu pendek. Itu adalah sebuah proses pembelajaran. saya rasa orang-orang belum terlalu memikirkan soal hal itu. Namun mereka akan melihat kesulitan yang akan mereka temui pada tahun ini dan mereka mungkin akan terlihat untuk melakukan hal-hal dengan cara yang sedikit berbeda. Saya rasa tahun depan akan menjadi sangat berbeda.”

Tags: