Chat with us, powered by LiveChat

CELTIC DAN BRENDAN ROGERS

AGEN SBOBET -|| BBM : Bigbet99 | WA : +6282311818925 ||- Awan badai itu telah berkumpul di atas Celtic Park seluruhnya adalah sudah cukup mengejutkan. Bagi Brendan Rodgers – Brendan Rodgers yang dikatakan tidak tersentuh itu – untuk telah mengeluarkan awan itu lebih lagi. Itu akan menandai sebuah hantaman kepada ego milik Celtic dan manajer mereka pada malam hari Kamis itu yang melibatkan sebuah pertandingan pertama play off Liga Eropa di bagian paling dalam di Luthuania melawan Sudova. Tim milik Rodgers sudah menurun, seperti yang sudah dia sangat ketahui.

Liga Eropa itu adalah sebuah lingkungan yang bijaksana di dalam hal persepak bolaan bagi Celtic bahkan jika rasa dari sebuah hak berarti satu harus berjuang untuk menemukan mereka yang ada di dalam klub bisa dengan senang mengakui seperti itu. Di dalam perjuangan Liga Champions pada dua musim yang lalu Celtic telah mengembalikan enam poin dan satu kemenangan. Mengakui bakat yang dimiliki oleh lawan mereka – Manchester City, Bayern Munich dan Paris Saint Germain – adalah hal yang wajar selama kekalahan kandang oleh Borussia Monchengladbach dan Anderlecht telah juga dimaksukkan kedalamnya. Celtic, yang dulunya sebuah kekuatan Eropa. telah lemah juga berjalan.

Rodgers, yang memiliki catatan Eropa di Liverpool telah cukup aneh, telah melakukan sedikit untuk menunjukkan dia itu ingin atau bisa untuk mengadaptasi rencana permainan untuk bertahan dengan kaum elite Eropa. Barcelona dan PSG keduanya telah mencetak tujuh angka melawan juara abadi Skotlandia itu. Ketika Rodgers meratapi perbedaan finansial, basis dan kekurangan yang berulang kali datang – khususnya pada bagian pertahanan – telah sangat dihiraukan. Rodgers telah menghabiskan dua musim di Glasgow tanpa memperbaiki satu area di dalam tim yang berteriak meminta perhatian dari saat dia baru datang. Tidak ada manajer di Britain yang telah mengambil pandangan perencanaan seperti yang dilakukan Rodgers 12 bulan yang lalu, dengan penyimpanan pada sebuah gelar Skotland menjadi sebuah kepastian dan pendapat Liga Champions lagi-lagi disimpan.

Pihak pertahanan Celtic yang suka memberi hadiah telah beraksi lagi ketika AEK menyingkirkan mereka keluar dari Liga Champions musim ini di dalam tahap kualifikasi. Tim dari Yunani itu bermain dengan 10 orang untuk setengah jam terakhir di Gasglow namun mendapat hasil seri 1-1. Celtic itu yang seharusnya memiliki sumber daya yang siap untuk melihat AEK keluar telah dihiraukan, dengan mudah bagi Rodgers, ketika rasa frustasinya mengenai aktivitas transfer musim panas telah dinyatakan – dan lebih dari satu kali.

Bagi pria Irish Utara itu untuk menggunakan malam dari pertandingan pertama AEK untuk menembakkan peluru publisitas kepada dewan Celtic adalah hal yang aneh kecuali dia sudah melihat kekalahan itu dahulu. Jejak dari kejengkelan Rodgers telah mulai muncul pada akhir bulan Juli, ketika dia menjauhkan dirinya dari tawaran untuk mengontrak Daniel Arzani, pemain muda asal Australia yang bergabung dengan Manchester City sebelum sebuah pinjaman langsung ke dalam Celtic. Apakah Celtic seharusnya dengan rutin mengembangkan pemain demi City adalah satu subplot yang juga cukup menarik.

Beberapa minggu kemudian Rodgers telah lebih mendalam pada penyia-nyiaan waktu Celtic terhadap John McGinn yang membuat Aston Villa bisa membujuk sang pemain gelandang itu dari Hibernian, “Di sana masih terdapat beberapa area kunci dimana Saya ingin membawa masuk kualitas dan sejauh ini kami belum berhasil menyelesaikan hal itu – itu bukan jumlah pemain yang banyak namun kami membutuhkan kualitas,” ujar Rodgers. “Itu adalah sesuatu yang belum kami dapatkan dalam pembangunan ini, untuk menambahkan kualitas yang sudah ada di dalam sini. Anda harus melakukan hal itu ketika Anda berada di dalam posisi yang kuat, Saya tidak yang pihak klub telah berada di dalam posisi yang lebih kuat dari musim panas ini dan pada apa yang sudah mereka lakukan selama ini.”

Walau detailnya itu berbeda, di sana terdapat persamaan paralel dengan ketidakpuasan ROdgers mengenai transfer pada saat tahap lanjutannya di dalam Liverpool. Seteah AEK menyingkirkan pihak Celtic keluar, Rodgers lagi-lagi kecewa dengan apa yang dia lihat ketika ketidakmauan Celtic untuk memperkuat personel mereka dari sudut pandang yang besar.

Dedryck Boyata, yang terbaik dari rata-rata kumpulan pemain bertahan tengah, tidak bermain ditengah-tengah sebuah perdebatan dengan klub pada soal apakah dia bisa dijual atau tidak. Itu tidak pernah hujan.

Pembelanjaan telah meroket di dalam pengawasan Rodgers. Kembalinya Celtic untuk tahun 2017 menunjukkan biaya staf sebesar 52 juta pounds, sebuah lompatan besar dari hanya sebesar 37 juta pounds pada satu tahun sebelumnya. Ini telah cukup masuk akal untuk sebuah klub yang barus saja mengamankan kualifikasi Liga Champions berturut-turut namun pengurus keuangan Rodgers – yang dimana beberapa telah sangat kesal dengan penunjukkan rasa ketidak puasannya secara publik – harusnya telah mempertanyakan soal milik mereka sendiri mengenai perekrutan.

Itu sepertinya terasa tidak sopan untuk tidak mengatakan Moussa Dembele sebagai kesuksesan yang didorong oleh Rodgers, bahkan jika perpindahaan telah terlihat untuk mengontrak pemain striker asal Perancis itu sebelum sang manajer mengambil alih kantor dan tugas baru-baru ini telah lebih nampak pada cidera dan bukannya gol. Scott Sinclair menikmati sebuah musim pertama yang bagus di Celtic namun telah menurun dengan parah. Olivier Ntcham, sebuah kontrak sebesar 4,5 juta pounds dari Manchester City, seharusnya berkembang menjadi sebuah aset yang layak dijual.

Untuk sebagian banyak dari pengontrakkan Rodgers, keraguan adalah hal logis: Dorus de Vries, Cristian Gamboa, Eboue Kouassi, Jonny Hayes, Kundai Benyu, Marvin Compper, Charly Musonda dan Jack Hendry. Keberlanjutan yang malah dari sebuah kisah cinta Celtic dengan pemain pinjaman City yang lain, Patrick Roberts, telah tidak dibuktikan dengan penampilan. Rodgers memanggil Lee Congerton ketika menunjuk dirinya sebagai kepala bidang perekrtuan; hasil bersih dari itu telah sangat kecil sekali hingga Emilio Izaguirre telah kembali ke dalam klub tersebut, berusia 32 tahun, satu tahun setelah pergi untuk Saudi Arabia.

Di sana akan selalu ada kemungkinan bahwa pandangan impian yang dimiliki oleh Rodgers, dari apa artinya bekerja untuk Celtic itu tidak akan diiringi dengan pesepak bola yang ambisius dan didorong oleh uang. Itu selalu lebih diinginkan bahwa Celtic akan menukar sebuah model bisnis yang sukses pada satu keinginan seorang manajer. Hal itu, apalagi satu yang kelihatannya tidak bisa membuat kemajuan di Eropa. Rodgers sendiri telah mengutip pemandangan sepak bola Scotland itu – diantara yang lainnya adalah lapangan plastik tersebut – sebagai bermasalah dengan dasar menarik pemain setelah penyerahaan Eropa yang lain yang lemah, kali ini kepada Zenit St Petersburg, pada musim lalu. Setelah itu Celtic membelanjakan sebuah biaya yang memecahkan rekor untuk mengamankan Odsonne Edouard secara permanen dari PSG.

DNA Celtic yang dari Rodgers itu sangat signifikan di sini dan alasan bagi banyak suporter yang akan berbalik melawan apa yang mereka pandang sebagai dewan yang menggenggam uang. Rodgers sangat ganas sekali dalam melindungi soal reputasinya, dan sama halnya dia juga ambisius soal hal itu.

Walau begitu kebodohan itu akan memaksa Celtic untuk menjadi sepenuhnya bergantung kepada Rodgers. Untuk membalas telah memberikan kemenangan domestik tiga kali berturut-turut, yang salah satu diantaranya adalah sebuah penyebab dari sebuah musim tak tarkalahkan, pria berusia 45 tahun itu telah ditawarkan sebuah status layaknya seorang dewa. Buku, pertunjukkan panggung, pekerjaan. Dan, tentu saja, sebuah gaji yang dimana biasanya banyak dari klub tingkat atas Skotlandia berikan pada seluruh anggota tim utama mereka.

Celtic telah setiap bagiannya bagus dalam membangkitkan persyaratan Rodgers dan begitu juga sebaliknya. Hingga musim ini, yang dimana Rangers melihat untuk membuat aksi mereka menjadi benar di bawah Steven Gerrard, tuan rumah lawan mereka telah sangat lemah sekali. Gordon Strachan membawa Celtic ke posisi 16 besar di dalam Liga Champions sebanyak dua kali pada saat waktu penurunan yang relatif dan ketika bertempur di dalam pertarungan yang sengit. Neil Lennon terkenal dengan mengalahkan Barcelona ketika berjalan menuju ke tahap knock out yang sama pada saat waktu rekrutmen adalah sebuah kelas pertama sebagai rencana taktis untuk para raksasa. Rodgers, sementara itu, telah diungkapkan berada di tingkat teratas hingga titik dimana sebuah kemajuan yang berarti di Liga Eropa akan menjadi sangat berguna bagi profilnya sendiri.

Pada hari Sabtu Rodgers telah dengan lucu mengklaim “beberapa orang akan mencoba untuk membongkar” hubungan yang dia miliki dengan pihak dewan Celtic. Jika ini ditunjukkan pada saat penelusuran kebelakangm rasa bahwa Rodgers dan Celtic memiliki bandangan yang berlawanan dan bertentangan soal masa depan tetap menjadi sebuah hal yang nyata. Suatu malam di Lithuania itu lebih simbolis dari hal itu.

Tags: